3 Desember 2013

Pantang pulang sebelum magrib

Lagi musim hujan ya hmm... jadi inget waktu gue masih bersama sahabat kecil dulu, dimana hujan adalah alarm untuk bersuka cita dan seneng-seneng woohh... dimana kita esoknya pada menggigil, dimarahi orang tua, dan tidak masuk sekolah karena flu. 

Tak ada rasa menyesal malah rasa ingin mengulanginya semakin membesar.

Mengingat dulu, gue lebih sering menghabiskan waktu di dunia nyata, daripada dunia maya. Atau mungkin, waktu itu memang belum ada dunia maya?

Entahlah…

Waktu itu gue gak peduli sama dunia maya..

pulang woiii... di cariin emak noh,,  -,-


hujan sudah reda, kita kembali ke rumah dengan rasa was-was, emak pasti udah nunggu di depan pintu rumah.

kami pasukan pantang pulang sebelum maghrib.

Entah, tradisi atau semacam kebiasaan, adzhan maghrib adalah bel kembali ke rumah, tak kenal apa agamamu, tak kenal apa warna kulitmu, tak kenal dari mana asalmu. FPI members may not have a childhood. Maybe.

12:00 WIB. Bel pulang sekolah berbunyi.

Berarti. It’s time to rock!!

“Maem dulu baru maen,” kata emak, waktu itu.

“Ya maaaaaaaaaaaa,” jawabku, sambil mengambil nasi ke piring, sengaja sedikit, agar dikiranya itu adalah sisa makanan yang baru aku makan, males makan. Kehilangan semenit aja jam main itu kalo jaman sekarang kayak udah kek seharian gak buka Twitter.

Tanpa sebuah komunikasi lewat handphone apalagi dunia maya kita berkumpul dengan lengkap, gak perlu di mention satu-satu. Aneh, tapi ini pernah kita alami. Tanpa handphone kita tetap manusia paling bahagia.

Sedih, rasanya, sekarang tempat tanpa kemunafikan itu sekarang sudah berbentuk beton. Ketika uang bisa membeli alam. Remaja sekarang lebih memilih merasa hijau karena uang bukan karena Alam. Padahal alam menyajikan apa yang gak bisa dibeli dengan uang. 

Jaman udah berubah, kasian anak kecil jaman sekarang yang banyak makan lagu cinta, bukannya makan kasih sayang. Kemaren, ngeliat ada anak kecil di TV yang sangat histeris sampai nangis karena pengin ketemu Coboy Junior? Aneh, hal yang tidak pernah gue alami waktu kecil dulu dan gak akan pernah mau. Masa kecil gue dulu di obok-obok, bukan di eaaa-eaaaa. *halahh

Masa kecil memang menyenangkan, tapi.. masa depan harus lebih menyenangkan. Hidup cuma sekali, Sekali doang!!! gak kaya game yang bisa di restart sesuka hati

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar